karangtaruna.or.id — Kota Bogor sedang menghadapi tantangan serius terkait manajemen lingkungan. Dengan volume sampah yang kini menembus angka fantastis 800 ton per hari, infrastruktur pengelolaan sampah konvensional dinilai sudah tidak lagi memadai. Menanggapi situasi darurat ini, anggota Karang Taruna Kota Bogor secara proaktif mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat realisasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Ketua Karang Taruna Kota Bogor, Asep Nazarullah, menegaskan bahwa transformasi pengelolaan sampah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga keberlanjutan kota. Dalam pertemuan di IPB International Convention Center (IICC), Rabu (8/4/2026), ia menyampaikan bahwa proyek PSEL adalah kunci utama dalam menekan dampak lingkungan yang semakin mengkhawatirkan di Kota Hujan.
Target PSEL 2028: Harapan Besar Bagi Kebersihan Kota
Proyek PSEL diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang yang mengubah beban sosial (sampah) menjadi aset bernilai (energi). Asep Nazarullah mewakili aspirasi seluruh anggota Karang Taruna di tingkat kelurahan hingga unit, berharap target operasional pada tahun 2028 tidak meleset. Menurutnya, pengawalan ketat terhadap proyek ini sangat penting agar masyarakat tidak terus-menerus dihantui oleh penumpukan sampah yang tidak terkelola.
"Program PSEL harus segera diwujudkan. Kami berharap target 2028 bisa terealisasi sehingga penanganan sampah di Kota Bogor menjadi lebih optimal," ujar Asep. Bagi para pemuda, keberadaan PSEL tidak hanya soal kebersihan, tetapi juga peluang inovasi teknologi hijau yang bisa melibatkan peran aktif generasi muda di masa depan.
Dari Wacana ke Aksi: Mengawal Musrenbang RKPD 2027
Selain fokus pada isu lingkungan, Karang Taruna Kota Bogor juga menaruh perhatian besar pada efektivitas Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027. Asep menekankan agar hasil forum tersebut tidak berakhir di atas kertas sebagai wacana semata.
Ia mendesak agar seluruh program yang telah direncanakan—baik itu infrastruktur, sosial, maupun budaya—benar-benar diimplementasikan pada tahun berikutnya. Anggota Karang Taruna di setiap wilayah siap menjadi garda terdepan dalam memantau realisasi pembangunan tersebut. Dengan sinergi yang kuat antara pemuda dan pemerintah, diharapkan dampak pembangunan bisa dirasakan langsung oleh warga Bogor secara nyata dan berkelanjutan.
إرسال تعليق