Target penghematan nasional sebesar Rp180 triliun melalui strategi multidimensi ini berdampak pada dilakukannya refocusing anggaran oleh Pemerintah Daerah.
Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Karang Taruna Kecamatan Lubuk Linggau Barat 1, Pranata Meksiko, memberikan catatan kritis bagi Pemerintah Kota Lubuk Linggau.
Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran pusat tidak boleh dijadikan alasan bagi Pemerintah Kota untuk mengabaikan realisasi program-program strategis Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih.
Menurut Pranata, langkah utama dalam kebijakan ini seharusnya menyasar restrukturisasi belanja rutin yang tidak mendesak.
Pemerintah didorong memangkas hingga 50% anggaran perjalanan dinas, kegiatan seremonial, serta pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK).
Transformasi digital melalui implementasi e-government juga harus dipercepat guna menekan biaya operasional birokrasi.
"Anggaran yang dipangkas itu sifatnya mengurangi pengeluaran yang tidak produktif," ujar Pranata.
"Jangan sampai anggaran yang diperuntukkan bagi program menyentuh masyarakat, terutama di bidang sosial, ikut dipangkas," tegasnya.
Pranata menambahkan bahwa kebijakan efisiensi ini merupakan tantangan nyata bagi kepala daerah yang baru saja terpilih.
Ia mewanti-wanti agar penghematan tersebut tidak dijadikan "kambing hitam" atas tidak terealisasinya janji-janji politik selama kampanye.
"Jangan jadi alasan, ini murni tantangan kepemimpinan bagi kepala daerah baru," ungkapnya.
Sebagai warga Lubuk Linggau, ia mendukung penuh pemangkasan kegiatan yang bersifat sia-sia seperti Focus Group Discussion (FGD) formalitas atau dinas luar yang tidak urgens.
Namun, ia menekankan bahwa program yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat wajib dipertahankan, bahkan ditingkatkan kualitasnya.
Karang Taruna Kecamatan Lubuk Linggau Barat 1 memastikan akan terus mengawal dan mendukung realisasi visi-misi Wali Kota terpilih.
Pranata berharap program-program yang telah disampaikan ke masyarakat tidak menjadi "pepesan kosong" akibat dalih kebijakan pusat.
"Saya melihat efisiensi anggaran 2025 ini hanya sebagai ujian awal bagi pemerintahan baru di Lubuk Linggau," jelasnya.
"Jika dikelola dengan tepat dan inovatif, saya yakin tidak akan ada kendala berarti bagi pembangunan daerah," pungkas Pranata.
Oleh : Pranata Meksiko
Disclaimer (Catatan Redaksi): Isi dan opini yang terkandung dalam artikel ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab penulis/narasumber yang bersangkutan. Publikasi di portal ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi dan dinamika kegiatan Karang Taruna di berbagai daerah, serta tidak mencerminkan sikap atau kebijakan resmi Pengurus Nasional Karang Taruna secara menyeluruh terhadap pihak-pihak tertentu.
إرسال تعليق