karangtaruna.or.id — Inovasi dalam mempromosikan destinasi wisata kini tak lagi terbatas pada cara-cara konvensional. Di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, sebuah terobosan menarik sedang dipersiapkan oleh pemuda setempat. Upaya untuk meningkatkan kembali potensi wisata Danau Tapal Kuda di Kampung Tumbit Melayu kini ditempuh melalui jalur digital, yakni dengan menggelar turnamen E-Sports bertajuk kolaborasi bersama Karang Taruna Berau.
Langkah ini diambil sebagai bentuk adaptasi terhadap tren masa kini. Jika sebelumnya promosi wisata sering kali diidentikkan dengan lomba memancing atau kegiatan fisik lainnya, kali ini panitia memilih untuk mengandalkan daya tarik game online yang sedang digandrungi, yaitu Free Fire (FF) dan Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Strategi ini diharapkan mampu menarik minat ratusan pemuda untuk berkunjung sekaligus mengenal kembali keindahan alam di Kecamatan Teluk Bayur.
Sinergi Pemuda dan Kebangkitan Ekonomi Lokal
Ketua Panitia Turnamen E-Sports, Andi Romi, menjelaskan bahwa inisiatif ini muncul dari keprihatinan melihat kondisi Kampung Tumbit Melayu yang sudah cukup lama tidak menggelar acara besar. Menurutnya, Danau Tapal Kuda memiliki pesona luar biasa namun dalam dua tahun terakhir kurang terjamah oleh masyarakat luas. Melalui turnamen ini, Karang Taruna setempat ingin membangun ulang citra positif destinasi tersebut.
“Jadi untuk warga-warga Berau lagi bisa menikmati wisata di Danau Tapal Kuda biar terkenal lagi,” ungkap Andi Romi saat memberikan keterangan pada Kamis (9/4/2026).
Turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 25-26 April 2026 ini bukan sekadar ajang adu ketangkasan di layar gawai. Panitia telah merancang acara ini sebagai motor penggerak ekonomi warga lokal. Dengan menggandeng pelaku UMKM di sekitar Kampung Tumbit Melayu, perputaran uang selama acara diharapkan dapat membantu kesejahteraan masyarakat. Andi menyebutkan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi intensif dengan para pedagang lokal untuk memastikan mereka terlibat aktif dalam menyukseskan acara ini.
Detail Turnamen dan Harapan Kemandirian Desa
Antusiasme peserta diprediksi akan sangat tinggi mengingat popularitas MLBB dan Free Fire yang lintas generasi. Panitia menetapkan kuota terbatas, yakni 32 tim untuk divisi Free Fire dan 36 tim untuk Mobile Legends, di mana setiap tim terdiri dari 5 hingga 6 pemain. Dengan biaya pendaftaran yang terjangkau, yakni Rp 100 ribu per tim, peserta sudah mendapatkan fasilitas minuman serta kesempatan memperebutkan total hadiah mencapai Rp 7 juta, lengkap dengan sertifikat dan piala.
Mengingat jumlah peserta yang mencapai ratusan orang, pelaksanaan lomba akan dibagi menjadi dua lokasi strategis. Sebagian peserta akan bertanding di area Danau Tapal Kuda, sementara sebagian lainnya akan diarahkan ke Balai Desa atau Kantor Kepala Desa Tumbit Melayu yang lokasinya berdekatan. Pembagian ini dilakukan untuk menjaga kenyamanan peserta dan pengunjung selama acara berlangsung.
Melalui kegiatan ini, Andi Romi berharap Danau Tapal Kuda tidak hanya dikenal sebagai lokasi lomba sesaat, tetapi bertransformasi menjadi pusat kegiatan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Ia memimpikan area danau tersebut bisa berfungsi layaknya kafe atau tempat bersantai yang dikelola secara mandiri oleh warga dan Karang Taruna.
“Harapan saya Danau Tapal Kuda ini kan berbentuk seperti kafe untuk yang di danaunya itu. Jadi harapan saya UMKM yang berada di Kampung Tumbit Melayu bisa berjualan di situ, Karang Taruna juga punya UMKM tersendiri, jadi mandiri untuk kampung sendiri,” pungkasnya.
Posting Komentar